Connect with us

Sidoarjo

Sidokepung Tetap Gelar Pilkades

Diterbitkan

||

Sidokepung Tetap Gelar Pilkades

Pilkades Serentak di Sidoarjo Dinilai Aman

Memontum Sidoarjo — Pelaksanaan Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) serentak di 70 desa yang ada di 16 kecamatan di Sidoarjo berlangsung aman dan terkendali. Bahkan 14 desa diantaranya diberlakukan pemungutan suara dengan sistem elektronik (E-Voting). Sedangkan 56 desa lainnyq masih menggunakan sistem manual.

Saat ini, Kabupaten Sidoarjo termasuk kabupaten di Jawa Timur yang mengawali Pilkades serentak dengan menggunakan e-voting. Keberhasilan ini akan menjadi barometer bagi daerah lain untuk mengikutinya.

EVOTING - Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru menjadi satu dari 14 desa yang melaksanakan Pilkades dengan sistem evoting, Minggu (25/03/2018)

EVOTING – Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru menjadi satu dari 14 desa yang melaksanakan Pilkades dengan sistem evoting, Minggu (25/03/2018)

Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Eniya Listiani Dewi menilai pelaksanaan Pilkades di Sidoarjo dari pengamatannya secara umum berlangsung lancar. Keberhasilan ini akan diaplikasikan ke daerah lain.

Menurutnya, perbedaan yang paling dirasakan antara pilkades menggunakan e-voting dengan yang masih dicoblos manual adalah dari sisi efisiensi waktu serta jumlah suara yang masuk bisa dipantau.

“Sudah saya tanyakan ke panitia pilkades di Desa Sidokepung Buduran yang belum menggunakan e-voting, sekarang sudah berapa persen suara yang masuk? Pihak panitia belum bisa menjawab karena memang belum ada sistem yang mendukung untuk memantau suara yang masuk,” terang Eniya saat memantau pilkades di Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Minggu (25/3/2018).

Sedangkan di desa yang sudah menerapkan e-voting, kata Eniya suara yang masuk bisa terus dipantau. Seperti di Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru. Pukul 11.00 WIB sudah bisa dilihat suara pemilih yang masuk lebih dari 50 persen suara.

“Inilah kelebihannya,” imbuhnya.

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah menilai penerapan e-voting merupakan inovasi yang bagus karena bisa memangkas waktu perhitungan dan antrian. Menurutnya, pemungutan suara di desa Kepuhkiriman sebelum menggunakan e-voting biasanya baru selesai sampai dengan perhitungan suara hingga tengah malam. Sekarang dengan e-voting diperkirakan sore sudah selesai.

“Karena siang ini suara yang masuk sudah 50 persen dari total jumlah pemilih 14.000,” katanya.

Saiful mengaku bersyukur pelaksanaan pilkades serentak di Sidoarjo berjalan aman. Menurutnya warga dinilai sudah dewasa dalam menyikapi perbedaan dukungan calon itu.

“Alhamdulillah pelaksanaan pilkades serentak semuanya relatif berjalan aman dan lancar baik yang masih coblos manual maupun yang sudah menggunakan e-voting,” ungkapnya.

Saiful Ilah memastikan pilkades serentak di wilayahnya berjalan aman dan lancar. Menurutnya seluruh jajaran Forkopimda kompak mengawal bersama agar sidoarjo tetap kondusif. “Sidoarjo akan menjadi barometer di Jawa Timur apabila dianggap telah berhasil menerapkan e-voting,” pintanya.

Bupati bersama dengan jajaran Forkopimda, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji, Ketua DPRD Sulamul Hadi Nurmawan keliling ke beberapa tempat sedang dilangsungkannya pilkades. Sejumlah desa yang didatangi antara lain Desa Sidomulyo, Kecamatan Buduran menggunakan e-voting, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran masih coblos manual, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru menggunakan e-voting, Desa Pepe, Kecamatan Sedati masih coblos manual, Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo masih coblos manual dan Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon masih manual. (wan/nay)

Trending