Kabar Desa

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Jum’at Bersih, Sapu Bersih Warkop Cetol Pasar Gondanglegi

  • Minggu, 18 Maret 2018 | 15:47
  • / 1 Rajab 1439
Jum’at Bersih, Sapu Bersih Warkop Cetol Pasar Gondanglegi
Pembinaan: Muspika, UPPD, Pemerintahan Desa saat Pembinaan Warkop Cetol Beberapa Waktu Lalu(Sur)

Memontum Malang — Guna menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat peduli bersih lingkungan, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna beberapa waktu lalu mencanangkan program Jum’at bersih yang diperuntukkan bagi seluruh instansi pemerintahan di wilayah Kabupaten Malang. Menindak lanjuti program tersebut Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Gondanglegi bersama Muspika, Paguyuban Pedagang Pasar Gondanglegi (P3 G) Pemerintah Desa Gondanglegi Wetan, Gondanglegi Kulon dan sejumlah lembaga pendidikan Jum’at (16/3/2018) gelar kerja bakti dengan momentum gerakan Jum’at bersih.

Kepala Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Gonganglegi Edy Tri Poetranto mengatakan, gerakan Jum’at bersih ini meninjak lanjuti program Bupati Malang Dr H Rendra Kresna tekait kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan dengan tujuan memperdayakan masyarakat agar sadar dengan kondisi lingkungan, khususnya di seputaran pasar Gondanglegi. Selanjutnya, tambah Edy, agar ada saling rasa memiliki jika kebersihan itu tak harus dilakukan oleh pihak UPPD saja, melainkan seluruh pedagang yang terhimpun dalam Paguyuban Pedagang Pasar Gondanglegi (P3G) dan berlanjut Jum’at berikutnya.

Edy Tri Poetranto Kepala UPPD Gondanglegi

Edy Tri Poetranto Kepala UPPD Gondanglegi

Sebelumnya, pihak UPPD, P3G dan Muspika Gondanglegi telah berhasil menertibkan warung yang populer dengan nama warung kopi ‘cetol’. Puluhan warung kopi itu selama bertahun-tahun menempati kawasan khusus di bagian timur. Pengunjung pun membludak, mulai dari kalangan remaja hingga orang dewasa. Keberadaan warung itupun memang cukup tenar. Selain seruput kopi, mereka juga ‘cetol’ (cubit mesra) di bagian tertentu si peracik kopi yang tubuhnya lumayan bahenol.

Tetapi ketenaran warkop itu ternyata menciptakan strategi nyeleneh. Pemilik warung itu mempekerjakan para pelayanan bukan sekadar meracik kopi dan menyuguhkannya kepada pengunjung. Kabarnya juga ada pelayanan plus plus. Tetapi, tidak semua tambahan pelayanan tersebut membuat orang tersenyum senang.

Dibalik itu, justru ada kelompok berang, bahkan ingin mendemo warkop tersebut. Tanpa harus dengan cara demo,warkop cetol itu kini disapu habis.

“Alhamdulilah, berkat pembinaan rutin setiap satu bulan sekali, warkop yang dulu bikin orang resah itu, kini jadi warung yang layak disinggahi oleh siapapun. Para pedagang disitu selain ramah juga berpakaian rapi juga tidak disertai bising musik seperti yang dikeluhkan sebelumnya”, beber Edy.

Juga dijelaskan, pihaknya akan mencabut surat ijin jika selama ada diantaranya melakukan pelanggaran. “Mereka juga buat perjanjian diatas kertas bermaterai, jika masih saja melakukan pelanggaran, kami siap mencabut perijinan”, pungkas Edy. (sur/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional