Connect with us

Jember

Cikal Bakal Desa Sukoreno Dibangun, Panitia Berharap Jadi Wisata Religi

Diterbitkan

||

Lokasi Pemugaran Peningalan Cikal Bakal Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember.

Memontum JemberSitus peninggalan masa lampau yang berada di Dusun Krajan Gang 6 Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember di bangun. Inisitif ini dibangun lantaran di kawasan tanah desa tersebut sekitar tahun 60-an ditemukan jejak sejarah yang tak ternilai harganya. Penemuan tersebut berbentuk 3 arca salah satunya perwujudan Dewa Ganesa berukuran 1, 2 meter dan 1 buah lumpang seperti tumbukan padi dan beberapa peninggalan lain yang saat ini menurut beberapa informasi warga tetua sekitar lokasi pemugaran berada di tempat aman yaitu Trowulan.

Lokasi Pemugaran Peningalan Cikal Bakal Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember.

Lokasi Pemugaran Peningalan Cikal Bakal Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember.


Hal tersebut juga disampaikan seksi pelaku adat Wahyu Widodo Spd, Kamis (9/3/2018) saat di lokasi pembangunan. Pihaknya juga menyampaikan hal yang sama jika memang ditemukan patung Ganesa dan lumpang dan ratusan Batu bata ukuran lebar kurang lebih 50 centi dan tinggi 10 Centi tersebut berwarna merah terang. Dan itu juga bisa dipastikan memang benar itu peningalan masa lalu.

Dirinya dan ketua panitia lain berharap jika pembangunan ini cepat selesai dan patung ganesa dan lumpang juga penemuan lain bisa kembali ketempat semula biar warga sukoreno terutama dan warga indonesia semua tahu bahwa ada situs sejarah di sini dan cikal bakal desa sukoreno, ucapnya.

Kakek Turut (75) warga asli Sukoreno juga sebagai anak cucu dari pembabat alas kawasan tersebut mengaku

“Saya tahu jika disini dulu ditemukan beberapa patung dan benda purbakala lain, maka dari itu saya pribadi membuka sedikit alkisah desa yang sekarang bernama Sukoreno tersebut. Dulunya desa ini bernama Gumuk Lengar waktu awal babat alas, karena dinamakan itulah ada tragedi yaitu banyak warga yang sakit seketika saat. Meneruskan pembabatan alas gung liwang liwung itu. Maka dari itu tetua jaman dahulu ahirnya melihat pohon besar dan mempunyai bunga berwarna warni di sekitar kawasan itu dan pohon tersebut bernama Suko. Dari situlah ahirnya kesepakatan jika nama Gumuk lengar di ganti nama Pohon Suko dan karena kurang bagus ahirnya di tambai nama Desa Sukoreno dan pada saat itu juga hal keanehan tidak terjadi lagi hingga saat ini,” ucap sesepuh tersebut. (Lum/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending