Connect with us

Kabupaten Malang

Kopi Amstirdam Tembus Pasar Internasional, Wabup Malang Launching Ekowisata Kebun Kopi Amadanom Dampit

Diterbitkan

||

.HM Sanusi Tinjau Proses Penggilingan Biji Kopi

Memontum Malang— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi desa. Salah satunya potensi tanaman kopi yang saat ini tembus pasar Internasional.

“Pemasaran kopi Amstirdam (Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit dan Sumbermanjing) saat ini sudah dikenal oleh beberapa negara di dunia. Kalau kita bepergian ke luar negeri, yang ditawarkan pasti pasti kopi Jawa yang tidak lain dari wilayah Amstirdam,” kata HM Sanusi Wabup Malang dalam acara launching eko wisata kebun kopi di Desa Amadanom Kecamatan Dampit Rabu (24/1/2018) pagi.

Drs HM Sanusi Wabup Malang Beri Sambutan

Drs HM Sanusi Wabup Malang Beri Sambutan

Tambah Sanusi, untuk lahan ekowisata ini seluas 2,5 hektar, namun baru dikembangkan seperempatnya saja. Ada pemandangan lain yang menunjang untuk potensi wisata ini. Ada sekitar 8 hingga 10 hektar lahan perkebunan terhampar di bagian bawahnya.

 

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan JawaTimur, Ir Karyadi menjelaskan, Kabupaten Malang patut berbangga, karena kini miliki ekowisata pertama yang dikelola kelompok tani.

Kawasan Eko Wisata Kopi Desa Amadanom.(Foto: H Mansyur Usman)

Kawasan Eko Wisata Kopi Desa Amadanom.(Foto: H Mansyur Usman)

Kabupaten Malang hanya satu-satunya kelompok tani yang membangun ekowisata,” katanya.

Ditambahkan, untuk ekowisata, di Jatim memang Amadanom bukan yang pertama. Sudah ada beberapa ekowisata di Jatim. Sebut saja untuk coklat dan kopi ada di beberapa tempat. Namun, tempat itu dikelola oleh perusahaan atau untuk penelitian, bukan dikelola oleh kelompok tani.

“Kalau di Amadanom ini, saya lihat mulai dari hulu hingga hilir sudah terintegrasi di sini,” terang Karyadi.

Dia juga yakin, explore wisata dengan konsep edukasi ini akan memantik minat wisatawan. Terlebih bagi mereka yang akan berkunjung ke pantai selatan, di Kecamatan Tirtoyudo dan Ampelgading. Atau bagi wisatawan yang akan ke Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (TNBTS), melalui Lumajang.

 

“Kami mencoba memfasilitasi sektor produksi dari hulu hingga hilir. Dukungan dana dari provinsi dan daerah juga membantu program pariwisata, yang menjadi konsen Bupati Malang, Rendra Kresna,” tegasnya.

 

Ditempat yang sama, Ir Nasri Abdul Wahid penanggung jawab, sekaligus Kepala Dinas Tanaman Panganan, Perkebunan dan Hortikultura (DTPHP), Nasri Abdul Wahid, menjelaskan, ekowisata ini menampilkan produksi pertanian dari hulu hingga hilir. Terang Nasri, mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, panen hingga produksi dan penjualan.

 

“Biji kopinya diproduksi, sementara kulitnya kami gunakan sebagai pupuk organik,” katanya.(sur/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending