Connect with us

Kabar Desa

Desa Paowan Transformasi BKD Menjadi BUMDes

Diterbitkan

||

Kepala Desa Paowan H.Ach.Homaidi tampak memberikan sambutan di acara Musdes Transformasi BKD. (im)

Memontum Situbondo Untuk dapat memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 10 tahun 2015 seperti halnya sebuah lembaga keuangan penyalur kredit, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) Transformasi (perubahan) Badan Kredit Desa (BKD) menjadi BUMDes atau unit usaha BUMDes di Pendapa Balai Desa setempat, kamis sore.

Ketua Panitia Musdes Paowan, Lutfi Zainullah,SH mengatakan, setelah BRI melepas pembinaan terhadap Badan Kredit Desa (BKD), dan untuk dapat beroperasi menjalankan kegiatan sesuai amanat Surat Edaran OJK nomor 19 tahun 2016 dapat dilakukan perubahan menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Dengan syarat modal minimalnya Rp 6 miliar. Apabila syarat itu tidak terpenuhi maka BKD harus melakukan perubahan menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) maupun BUMDes atau unit usaha BUMDes.

“Jadi BKD ini untuk bertransformasi harus melalui forum Musdes bersama seluruh komponen yang ada di desa sebagai wujud keterbukaan terhadap masyarakat. Dan dalam Musdes Desa Paowan ini memutuskan BKD menjadi BUMDes atau unit BUMDes,” kata Lutfi kepada Memontum.com, jumat (19/1/2018).

Pantauan Memontum.com, acara juga dihadiri narasumber dari Tim Kabupaten yaitu. Abu Adat selaku Tim Transformasi Kabupaten Situbondo.

Hal ini dilakukannya untuk meningkatkan pelayanan yang ada di tingkat desa yang juga mendukung Program Nawacita Presiden Joko Widodo.

“Ini kami lakukan agar pelayanan, program desa juga dapat mencakup dan mengangkat ekonomi kerakyatan dan melindungi masyarakatnya, sebagai daerah penghasil beras misalnya,” imbuh Abu Adat.

Sedangkan, Kepala Desa Paowan, H.Ach.Homaidi mengatakan, pihaknya mendukung atas inisiasi yang dilakukan oleh BPD untuk bersama-sama meningkatkan penyelenggaran pemerintahan desa. Musdes ini bertujuan untuk membantu kesulitan-kesulitan ekonomi masyarakat di pedesaan yang terjadi selama ini.

“Setelah BKD bertransformasi menjadi BUMDes atau unit BUMDes ini, BKD akan menjadi unit usaha LKM. Selain itu juga ada unit usaha di bawahnya sesuai dengan kegiatan perekonomian masyarakat di desa kami,” kata H.Homaidi sapaannya.

Menanggapi hal itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Joko Dwi Ratno menyambut baik yang menyampaikan maksud dan tujuan Musdes. Dirinya berharap, masyarakat di Desa Paowan dapat merasakan keberadaan BUMDes dan unit-unit usaha seperti di bidang UKM-IKM, bidang pertanian, dan perdagangan.

“Dengan adanya BUMDes ini usaha di masyarakat mulai petani semangka, petani buah naga, palawija, petani jeruk, dan para pedagang dapat terbantu dan semakin sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Musdes yang diselenggarakan di Pendopo Balai Desa Paowan, hadir sebagai narasumber dari pemangku kepentingan di desa. Seperti Kepala Desa, Ketua BPD dengan anggotanya, Babinkamtibmas, Babinsa, dan Tokoh Agama. Hadir pula sebagai peserta, dari unsur LPMD, KPMD, Ketua RT dan RW, serta perwakilan tokoh masyarakat mulai dari kelompok perempuan, kelompok tani, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kelompok perajin dan kelompok masyarakat miskin. (im/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending