Connect with us

Blitar

PMI Kota Blitar Raup 75 Kantong Darah Dalam Jam

Diterbitkan

||

Siswa Madrasah Aliyah (MA) Maarif Nakhdatul Ulama (MAKNU) mengikuti donor darah

Memontum  Blitar – Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Blitar melakukan pelayanan donor darah di Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif Nakhdatul Ulama (MAKNU) di jalan Ciliwung, 56, Kota Blitar, Selasa (02/01/2018). Selama dua jam, PMI Kota Blitar berhasil mendapatkan 75 kantong darah. Hal ini diungkapkan Kabianto, petugas donor darah PMI Kota Blitar.

 

“Tahun lalu di tempat ini, bisa sampai 235 kantong darah. Sekaang dalam dua jam pertama mendapatkan 75 kantong. Itu baru dari siswa putra saja”, kata Kabianto, Selasa (02/01/2018).

 

Lebih lanjut  Kabianto  menyampaikan, mengingat kondisi cuaca yang kurang menentu, maka di awal tahun ini, pelayanan donor darah langsung dimaksimalkan. UTD PMI Kota Blitar memang menargetkan untuk stok darah cukup besar..

 

“Hari ini semoga mendapatkan kantong darah cukup besar. Ini berkat dukung penuh sekolah yang setiap tahun pasti mengundang UTD PMI Kota Blitar untuk donor darah”, jelas Kabianto.

 

Kabianto menambahkan, untuk penggolongan darah belum bisa didata secara spesifik. Karena semua kantong darah yang masuk hari ini, termasuk dari siswa MAKNU Kota Blitar baru akan dites laboratorium di Kantor PMI Kota Blitar.

 

Sementara Kepala Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif Nakhdatul Ulama (MAKNU), M. Wahid Mustofa mengatakan, jika pihaknya menanggapi positif karena  banyak siswa dan siswi MAKNU yang melakukan donor darah.

 

Menurut Wahid, ini juga merupakan bagian dari pembelajaran, untuk melatih para siswa agar sejak dini memiliki rasa sosial tinggi dan kepedulian terhadap sesama. Karena kantong darah ini, nanti bisa dimanfaatkan untuk warga yang sedang sakit dan membutuhkan darah.

 

“Donor darah ini untuk melatih anak-anak agar memiliki jiwa sosial. Karena darah ini nanti akan dimanfaatkan oleh masyarakat yang sedang sakit dan membutuhkan darah. Anak-anak sangat antusias, ini sangat positif”, kata M. Wahid Mustofa. (jar/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trending