Kabar Desa

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Wabup Sidoarjo Sidak lokasi Banjir Jabon, Pastikan Logistik di Posko Tidak Kekurangan

  • Minggu, 24 Desember 2017 | 15:55
  • / 5 Rabiul Akhir 1439
  • Dibaca : 19 kali
Wabup Sidoarjo Sidak lokasi Banjir Jabon, Pastikan Logistik di Posko Tidak Kekurangan
Wakil Bupati Sidoarjo,Nur Ahmad Syaifuddin (kaos hijau) dan Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwijo Prawito (kaos orange) meninjau langsung ke lokasi luberan air sungai bangil tag di Desa Kedungboto,Beji, Pasuruan ( Memo X/Agus HP)

Memontum Sidoarjo Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin sidak ke lokasi banjir di lima desa di Kecamatan Jabon yang menggenangi pemukiman, persawahan dan pertambakan,Sabtu (23/12). Didampingi Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwijo Prawito, Wabup

memantau dan memastikan di Posko Banjir yang berada di Balai Desa Kupang Logistiknya tidak akan kekurangan.

“Tercatat sekitar 2.600 Kepala Keluarga di lima desa yang terkena banjir yakni warga Desa Kupang, Semambung, Kedung Pandan, Kedungrejo, dan Tambak Kalisogo. Air yang menggenang, antara 20 sampai 50 centimeter. Saya minta BPBD Kab Sidoarjo dibantu oleh Camat Jabon memastikan logistik di Posko tidak sampai kekurangan, mulai dari makanan dan juga pelayanan kesehatan serta penyediaan air bersih tolong dipastikan jangan sampai kekurangan,” ucapnya.

Menurut Cak Nur,  sapaan akrab Wabup, banjir ini disebabkan karena curah hujan yang tinggi,  juga kiriman dari sungai di Bangil, dari sudetan sungai di Bangil. “Kan Sidoarjo ini masuk hilir dan hulunya ada yang dari Bangil, Malang dan lainnya.Makanya butuh kerjasama antar daerah untuk menanggulanginya dan normalisasi sungai di perbatasan itu dan lainnya. “Dan untuk mengatasi banjir ini harus dilakukan normalisasi secara menyeluruh,” tandasnya

Banjir di Jabon rutin terjadi setiap musim hujan karena tidak berfungsinya Kali Mati. Selain dipenuhi tanaman enceng gondok, Kali Mati yang semestinya menjadi tempat semacam waduk ini mengalami pendangkalan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sampai dengan saat ini masih melakukan komunikasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS) Berantas agar segera dilakukan normalisasi mengingat Kali Mati masuk kewenangan BBWS Brantas.

Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwijo Prawito menjelaskan hngga saat ini belum ada warga yang bersedia mengungsi, warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing sambil menunggu banjirnya surut. Meski tidak ada warga yang mengungsi,  namun pihaknya tetap menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi. “BPBD akan siaga 24 jam melayani kebutuhan warga, ” ujarnya.

Ditambahkannya, BPBD juga tetap menyiapkan kebutuhan tenda dan tempat pengungsian. “Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi apabila sewaktu – waktu ada warga yang membutuhkan” jelas Dwijo. (gus/ono)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional