Kabar Desa

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Desa Mentaras Jadi Desa Percontohan Desmigratif TKI

  • Selasa, 19 Desember 2017 | 15:25
  • / 30 Rabiul Uula 1439
  • Dibaca : 161 kali
Desa Mentaras Jadi Desa Percontohan Desmigratif TKI
Kades Desa Mentaras Akhmad Suparto saat menujukan beberapa program dan layanan

Memontum Gresik — Desa Mentaras di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik yang mayoritas warganya menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, menjadi percontohan Desmigratif atau pembinaan TKI.

Bahkan, di balai desa Mentaras tersedia Pusat Layanan Migrasi Desmigratif yang langsung dibina oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Program Desmigratif adalah salah satu upaya pemerintah melindungi dan meningkatkan kesejahteraan para TKI yang bekerja di luar negeri dan keluarganya sejak dari kampung halaman, saat bekerja hingga kembali ke kampung halaman.

Pusat pelayanan migrasi desmigratif sendiri hanya ada di 120 desa se-Indonesia, dua diantaranya berada di Gresik yakni di Desa Mentaras dan Desa Campurejo, Panceng.

Menurut data dari pemerintah desa setempat, terdapat 300 warga desa Mentaras yang menjadi TKI dan rata-rata mereka bekerja di Malaysia.

Kepala Desa Mentaras, Dukun, Akhmad Suparto sangat mendukung bahwa di desa yang ia pimpin menjadi percontohan pembinaan TKI yang merupakan program unggulan dari Kemenaker RI.

Untuk menjalankan program tersebut dirinya juga sudah memilih dua petugas pendamping yang selalu siap memberikan pelayanan kepada warga yang ingin berangkat bekerja ke luar negeri ataupun pembinaan setelah sudah tidak menjadi TKI.

“Ada dua petugas yang selalu siap melayani warga. Disana warga bisa menanyakan bagaimana menjadi TKI legal. Tak hanya itu, nantinya disini juga akan ada program pembinaan bagi mantan TKI yang berwirausaha di desa,” kata Kepala Desa Mentaras, Dukun, Akhmad Suparto, Senin (18/12/2017).

Pria yang juga advokat muda itu berharap agar nantinya program unggulan Kemenaker untuk membina TKI itu bisa bermanfaat bagi TKI yang ada di Desa Mentaras. Selain itu, pihak pemerintah harus melakukan sosialisasi terlebih kepada mantan TKI.

“Tentunya tidak selamanya masyarakat disini menjadi TKI, kami berharap TKI purna (Mantan TKI) bisa berdaya atau mempunyai minat berwirausaha,” Pungkasnya. (sgg/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional