Kabar Desa

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Permintaan LPG 3 Kg di Blitar Naik 10 Persen

  • Senin, 11 Desember 2017 | 16:57
  • / 22 Rabiul Uula 1439
  • Dibaca : 18 kali
Permintaan LPG 3 Kg di Blitar Naik 10 Persen
Permintaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon meningkat 5 hingga 10 persen

Memontum Blitar Jelang Natal dan Tahun Baru, permintaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon meningkat 5 hingga 10 persen. Kondisi tersebut membuat Pertamina menambah pasokan elpiji ke agen agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat. Manajer PT Petro Jaya Gas, selaku agen elpiji di Blitar Raya, Rahadian mengatakan, ada tambahan pasokan elpiji dari Pertamina ke agen menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Tambahan pasokan elpiji dari pertamina ke agen sebanyak dua kali kiriman”, kata Rahadian, Senin (11/12/2017) . Lebih lanjut Rahadian menjelaskan, dalam waktu sehari PT Petro Jaya Gas memasok sekitar 24.000 biji sampai 25.000 biji elpiji 3 kilogram ke masyarakat. Berarti ada tambahan pasokan sekitar 50.000 biji elpiji 3 kilogram menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Tambahan pasokan elpiji mulai kami droping ke masyarakat hari ini dan besok”, jelas Rahadian.

Menurut Rahadian, memang ada kenaikkan permintaan elpiji 3 kilogram menjelang Natal dan Tahun Baru ini. Dia memperkirakan kenaikkan permintaan elpiji menjelang Natal di wilayah Blitar sekitar 5 hingga 10 persen. Rahadian menjamin stok elpiji di wilayah Blitar masih aman.

“Stoknya masih aman, cukup untuk kebutuhan Natal, karena juga ada tambahan pasokan dari Pertamina”,  ujarnya.

Rahadian menambahkan, untuk harga juga masih relatif normal. Harga elpiji 3 kilogram di agen Rp 14.500 per biji. Sedangkan harga eceran di toko-toko sekitar Rp 16.000 per biji sampai Rp 17.000 per biji. Ia meminta masyarakat tidak khawatir dengan stok elpiji.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena stoknya masih mencukupi,” pungkas Manajer PT Petro Jaya Gas.

Sementara Naning, pengecer elpiji di wilayah Wlingi mengatakan, hingga sekarang pasokan elpiji dari agen ke toko masih lancar. Tiap lima hari sekali, dia masih mendapat kiriman sebanyak 50 elpiji 3 kilogram dari agen. Sedangkan untuk harga eceran, dia menjual dengan harga Rp 17.500 per biji.

“Kalau harga jual eceran berbeda-beda, malah ada yang jual Rp 18.500 per biji,” kata Naning kepada wartawan.

Menurut Naning, kelangkaan stok elpiji 3 kilogram justru terjadi pada September lalu. Pengecer tidak mendapat kiriman pasokan hampir satu bulan. “Bulan September kemarin, stok langsung habis begitu datang. Karena bulan itu ramai orang punya hajatan”, tandas Naning. (jar/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional