Connect with us

Jember

Ketua HKTI Jember : Jangan Tuntut Petani Tingkatkan Produksi, Tanpa Regulasi Menguntungkan

Diterbitkan

||

Ketua HKTI Jember Jangan Tuntut Petani Tingkatkan Produksi, Tanpa Regulasi Menguntungkan

Jember, Memontum – Dalam momentum Hari Tani Nasional (Hartanas) yang ke-59 tahun, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember kedepan berharap agar petani tidak hanya dituntut untuk meningkatkan produksi, tetapi tidak ada regulasi yang menguntungkan petani.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua HKTI Jember Jumantoro kepada beberapa wartawan di RM.Lestari usai acara pengukuhan 31 pengurus HKTI tingkat kecamatan sekabupaten Jember yang bertepatan dengan Hartanas ke-59 tahun, Senin (23/9/2019) siang.

Pengukuhan pengurus HKTI tingkat kecamatan oleh Ketua HKTI Kabupaten Jumatoro. (bud)

Pengukuhan pengurus HKTI tingkat kecamatan oleh Ketua HKTI Kabupaten Jumatoro. (bud)

“Kegiatan ini akan di jadikan momentum, bagaimana petani kedepan menjadi lebih riil, lebih modern, lebih mandiri dan lebih menguntungkan,” katanya. Ini akan dimulai dari Kabupaten Jember dengan slogan ‘Wis wayahe petani terlayani bukan terbebani’.

“Artinya, harapan kita ke depan jangan hanya petani dituntut untuk meningkatkan produksi, tanpa adanya sebuah regulasi yang menguntungkan. Salah satu contoh adalah bagaimana pembatasan import terhadap produk-produk pertanian, yang kedua bagimana pemerintah mensubsidi kebutuhan pupuk itu sesuai dengan kebutuhan petani dan petani jangan dianaktirikan,” sambungnya.

Dikatakannya, sama-sama barang subsidi, gas dan bensin begitu longgarnya, tapi pada saat kebutuhan pupuk begitu melekat dan menakutkan pengawasannya.

“Artinya kita berharap kedepan bahwa kebijakan kebijakan pemerintah kedepan mudah-mudahan, kebijakan yang pro pertanian, pro perubahan dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani,” tegas Jumantoro.

Diungkapkannya, kali ini HKTI Jember melaunching Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai wujud dari apa yang di sampaikan Ketum Moeldoko, bahwa by name by addres (Satu nama satu alamat) itu tidak boleh.

“Dengan adanya kita bermitra dengan BRI, paling tidak bagaimana petani yang credible dan ansible bisa mendapatkan kredit dengan fasilitas kartu dan bisa bertransaksi yang penting ada saldonya,” ujarnya.

Selain itu, Jumantoro juga mengungkapkan bagaimana petani ke depan, dalam pengelolaan permodalannya, bagaimana pengelolaan pasarnya, agar tidak tergantung kepada pasar dan bagaimana petani Jember menciptakan pasar.

“Selama ini, petani rata-rata banyak ke rentenir. Masalahnya adalah bagaimana agunan, sehingga pada Hartanas ini harapan kami, permudah petani dalam mendapatkan sertifikat tanah, dengan harga yang murah dan kalau perlu digratiskan,” harapnya.

Karena disaat mereka butuh dana dengan jaminan sertifikat, para petani kesulitan mendapatkan modal. Karena, rata-rata petani hanya memiliki surat berupa pethok tanah dan akta tanah.

“Kita harapkan subsidi pupuk tetap dipertahankan, jangan sampai dikurangi. Karena petani belum mampu secara maksimal menggunakan pupuk non subsidi,” pungkasnya. (bud/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending