Connect with us

Jember

Warga Bangsalsari Berharap Kebijakan, Dibukanya Patok Besi Perlintasan KA

Diterbitkan

||

Warga Bangsalsari Berharap Kebijakan, Dibukanya Patok Besi Perlintasan KA

Jember, Memontum – Terkait Permohonan Dibukanya Akses Jalan Perlintasan Kereta Api di Krajan A, dan Dusun Rambutan, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember dambaan semua warga setempat benarkah bakal terwujud.

Ini sebuah pertanyaan dan harapan warga masyarakat di dua dusun yang telah la mendambakan dibukanya 1 tonggak besi yang kokoh menancap di jalan perlintasan rel kereta api di desa tersebut.

Camat Bangsalsari dan Dishub tinjau patok lokasi. (yud)

Camat Bangsalsari dan Dishub tinjau patok lokasi. (yud)

Jawabannya tergantung sejauh mana perjuangan seluruh warga, pemerintah desa dan pemerintah Kecamatan dalam meyakinkan Bupati Jember dan pihak PT KAI Daop IX tentunya.

Alasan sebagai akses ekonomi dan pendidikan saja tampaknya belum cukup, jika tidak dibarengi kesiapan dan kesanggupan warga dan pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk memberi jaminan keamanan dan keselamatan warga pengguna jalan dari kecelakaan kereta Api.

Menurut H Nurcholis, tokoh masyarakat Bangsalsari, Hiruk pikuk keinginan warga untuk menggeser tiang besi sedikit lebar agar kendaraan semacam becak dan Bentor (becak motor) bisa melewati sebenarnya sudah berlangsung lama.

“Keinginan itu hanya sebatas mimpi panjang yang sudah diwujudkan, hal itu dikarenakan belum samanya persepsi masyarakat desa Bangsalsari atas pentingnya akses jalan yang mampu menjadi sarana mempermudah petani dan pedagang menjual hasil jerih payahnya langsung menuju pasar, ” ujarnya.

H Nurkholis tokoh Masyarakat Bangsalsari. (yud)

H Nurkholis tokoh Masyarakat Bangsalsari. (yud)

Selama beberapa tahun terakhir ini Lanjut Nurkohlis mereka harus jalan memutar menuju pasar, selain memakan waktu dan biaya juga membuat masyarakat kesulitan sampai dipasar.

H Nurcholis menceritakan, beberapa waktu lalu, warga sekitar dusun tersebut membahas upaya menggeser tiang besi sedikit lebih lebar dan hasilnya cukup membuat pengusaha muda tersebut terlecut.

Tanpa membuang waktu dengan didampingi tokoh muda dan tokoh masyarakat, mereka berkonsultasi dengan camat setempat dan membuat proposal pengajuan kepada Bupati Jember yang dikirim langsung ke pendopo dan diterima petugas yang ada di sana tertanggal 12 Februari 2019

Menunggu tampaknya menguras kesabaran warga, surat yang dikirim belum ada jawaban, ini membuat warga sepakat mendesak H. Nurcholis agar segera menemui Bupati dr Faida secara langsung.

Keinginan inipun belum bisa dilaksanakan oleh H Nurcholis dan warga, akhirnya kesempatan emaspun tiba, saat acara kegiatan gerak jalan tradisional tanggul-tanggul Jember peluang itu datang.

Bersamaan rombongan peserta kehormatan tiba di posko Kecamatan Bangsalsari kesempatan itu dimanfaatkan, dari hasil curhat warga dan tokoh masyarakat, membuat bupati perempuan pertama di Jember itu tak bisa menolak.

Sebagai seorang ibu, Bupati Faida mendengar curhatan warga Iba, akhirnya pak Camat Bangsalsari DR H Murtadlo, diperintahkan untuk koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan guna melakukan pengecekkan lapangan, ditindak lanjuti dengan kajian tehnis yang kompleks dan tidak melanggar aturan.

Jadilah hari Rabu (4/9/2019) lalu, sambung Nurkholis Dinas Perhubungan melakukan tinjau lokasi dan koordinasi dengan pihak PT KAI (Stasiun) Jember sebagai bahan kajian, kini langkah warga dan tokoh masyarakat tinggal menunggu hasil kajian dan lobi-lobi Bupati untuk meyakinkan PT Kereta Api Daop IX tentang jaminan keamanan dan keselamatan.

“Jika poin terakhir tersebut sudah dibuat dan dilakukan, ditambah ijin Allah, InsaaAllah tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak,” pungkasnya. (yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trending