Connect with us

Sidoarjo

Warga Sidomulyo-Krian Bongkar Bangunan Gudang Untuk Jalan Antar Dusun

Diterbitkan

||

Warga Sidomulyo-Krian Bongkar Bangunan Gudang Untuk Jalan Antar Dusun

Memontum Sidoarjo – Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo terpaksa membongkar bangunan gudang yang ada di Dusun Patuk penghubung Dusun Sidotemu, Desa Sidomulyo, Minggu (25/8/2019). Warga menduga bangunan gudang milik salah satu pengusaha itu menyalahi sempadan sungai.

Selain itu, warga didampingi Kades Sidomulyo, Kunadi dan anggota DPRD Sidoarjo, M Nizar itu terpaksa membongkar bangunan untuk membuka jalan desa penghubung antar dusun di kampung itu.

“Pembongkaran ini untuk pembukaan jalan selebar 4 meter. Rinciannya 1,5 meter milik warga dan 2,5 meter sempadan sungai yang dibangun gudang itu,” terang Kades Sidomulyo, Kunadi.

Lebih jauh, Kunadi menguraikan paska pembongkaran itu, pihaknya bakal langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) untuk tindaklanjut pemanfataan sempadan sungai itu untuk jalan antar dusun itu.

“Hasilnya bakal kami koordinasikan juga dengan Forkopimka Krian tidak hanya dengan Dinas PU Bina Marga dan SDA,” tegasnya.

BONGKAR - Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo membongkar bangunan liar (bangli) gudang yang diduga melanggar sempadan Sungai Patuk bersama anggota DPRD Sidoarjo, M Nizar dan Kades, Kunadi, Minggu (25/8/2019)

BONGKAR – Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo membongkar bangunan liar (bangli) gudang yang diduga melanggar sempadan Sungai Patuk bersama anggota DPRD Sidoarjo, M Nizar dan Kades, Kunadi, Minggu (25/8/2019)

Sementara anggota DPRD Sidoarjo, M Nizar menegaskan pembongkaran bangunan yang diduga melanggar sempadan sungai itu penting. Alasannya, agar bangunan lain yang melanggar sempadan sungai yang dibiarkan hingga manjamur seperti di Kali Buntung yang membentang sepanjang Desa Bungurasih, Kecamatan Waru. Karena itu penertiban (pengbongkaran) ini sebagai peringatan saja.

“Kalau bangunan liar melanggar sempadan sungai sudah menjamur seperti di Kali Buntung Waru bakal susah penertibannya. Kami mendukung warga karena selain untuk pembukaan jalan jual beli lahan sempadan sungainya tidak memiliki kekuatan hukum dan tidak jelas pembeliannya dari siapa,” tandasnya. (Wan/yan)

 

Trending