Kabar Desa

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Gapura Warga Sukorembug Wakili Kota Batu, Masuk 10 Besar Nasional

  • Minggu, 25 Agustus 2019 | 13:02
  • / 23 Djulhijjah 1440
Gapura Warga Sukorembug Wakili Kota Batu, Masuk 10 Besar Nasional

Memontum Kota Batu – Penyelenggaraan Festival Gapura Cinta Negeri 2019 menetapkan 10 besar nominasi terbaik untuk kategori umum dari 1.793 peserta dari seluruh Indonesia. Kota Batu patut berbangga sebab Gapura Garuda Raksasa buatan warga RW 11, Dusun Sukorembug, Desa Sidomulyo berhasil lolos dalam ajang tingkat nasional gagasan Kemendagri RI, Kemensesneg dan Bekraf.

Setelah melewati proses kurasi oleh para kurator dan penilaian oleh tim juri dan juri kehormatan, perwakilan Kota Batu ini terpilih menjadi salah satu pemenang gapura cinta negeri kategori umum.

Sebelumnya, kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Rl ke-74. Festival ini digelar untuk menguatkan nasionalisme dan menumbuhkan semangat gotong royong dengan menunjukkan kreativitas dan perkuat kebersamaan serta gotong royong.

Menurut Ketua RW 11 yang juga menjadi korlap pembuatan Gapura Garuda Raksasa 4 Dimensi, Roni Sitiu menjelaskan, untuk pembuatan gapura tersebut membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Dua hari untuk menentukan konsep dan 12 hari proses pengerjaannya. Lalu untuk biaya warga mengumpulkan secara swadaya. Total anggaran pembangunan mencapai Rp 5,8 juta untuk pembelian cat, dll.

” Untuk konsep gapura, warga mempergunakan bahan daur ulang ranting pohon dll. Biasanya bahan itu sama warga dibakar/dibuang tapi sekarang kita manfaatkan,” ungkap Roni, Sabtu (24/8/2019).

Alasan bahan ranting yang dipilih yaitu mayoritas warga menjadi petani tanaman hias. Hal tersebut mempermudah, karena mengambil dan mencarinya lebih dekat sehingga membuat pekerjaan cepat hingga terbentuklah bangunan seperti sekarang ini.

” Arti sila ketiga Persatuan Indonesia itulah pedoman kami dalam mengerjakan, semua warga terlibat, bersatu gotong royong, kebersamaan warga berperan aktiflah yang bisa mewujudkan gapura garuda ini,” tambahnya.

Karena terbentur waktu dan kesibukan, warga bergantian. Ada dua sift pagi hingga sore digilir setiap RT. Total ada 5 RT di RW 11, mereka bahu membahu. Misalnya ada warga yang tidak bisa mengerjakan akan membantu konsumsi, begitu sebaliknya.

” Kan di RW 11 ada 5 RT jadi kita bagi siftnya, pagi dan sore. Setiap pekerjaan ada 10-15 orang, jadi total sehari yang mengerjakan di lokasi mencapai 30 orang. Ketika hari terakhir yaitu finishing pekerjaan, semua RT terlibat mengangkut burung garuda raksasa,” jelas Roni.

Lalu jika berhasil lolos tiga besar, tanggal 29-30 Agustus pemenang diundang ke Jakarta untuk menemui Presiden RI menerima penghargaan.

” Tapi sepertinya 10 besar nominasi semua dipanggil ke istana, tapi bisa saja regulasi berubah hanya 3 besar. Semoga bisa menjadi juara karena kami ingin membanggakan Kota Batu,” harap dia.

Proses penjurian, pihaknya mengirimkan foto dan video pengerjaan mulai awal hingga selesai. Ia pun melibatkan tim IT pemuda RW 11 yang memang memiliki skill mengambil video dan foto.

Kepala Desa Sidomulyo, Suharto mengatakan bahwa pembutan gapura empat dimensi berbentuk lambang negara atau burung Garuda tersebut sebagai bentuk partisipasi festival gapura dan mengisi HUT ke 74 RI.

“Ini bentuk kreatifitas warga Sidomulyo. Untuk lolos atau menang kalahnya bukan hal penting. Yang jelas ini sebagai wujud cinta kami dalam mengisi Hari Kemerdekaan dengan kreatifitas. Serta tetap menjaga semangat gotong royong agar tetap terjaga,” ucap Harto. (bir/yan)

 

2 Komentar

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional