Connect with us

Kabupaten Malang

Kades Pagedangan Turen Diprotes Warga Desa, Begini Penjelasannya

Diterbitkan

||

KADES : Surono Kades Pagedangan Turen

Memontum Malang – Karena kurangnya koordinasi antara pengelola wisata pemandian alam Sumber Kembar dengan para pemilik lahan, Surono Kepala Desa (Kades) Pagedangan Kecamatan Turen Kabupaten Malang harus jadi sasaran.

Petinggi Desa Pagedangan ini mengaku,dia selalu dikomplain warganya sendiri. Karena mereka beranggapan, pengelolaan wisata alam Sumber Kembar yang berjalan hampir satu tahun ini sudah bekerjasama dengan pihak desa.

INDAH : Pemandian Wisata Alam Sumber Kembar. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

INDAH : Pemandian Wisata Alam Sumber Kembar. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

“Sampai hari ini pengelola wisata SumberKembar ini belum ada kerjasama dengan pihak desa, ” terang Surono Kamis (18/7/2019) sore tadi.

Kades mengakui bahwa para pengelola wisata tersebut pernah tawarkan kerjasama dengan desa. Bahkan di bawah naungan BUMDes pun,mereka bersedia mengikuti aturan main. Tetapi, karena belum terbit kesepakatan dengan para pemilik lahan yang berjumlah Sekitar 18 orang, tawaran itupun ditolak.

“Kedua pihak itu toh pernah koordinasi, tetapi karena belum ada kejelasan, sementara kami tolak. Kami siap menjalin kerjasama, namun prosesnya harus jelas,termasuk kesepakatan para pemilik lahan, ” ungkapnya.

Terlepas dari masalah tersebut,Surono juga menjelaskan, saat ini Desa Pagedangan sudah kelola pariwisata desa yaitu Tubbing Kinyutan yang kini menjadi ikon Desa Pagedangan. Wisata ini sudah ada perhatian dari Dinas Pariwisata Kabupaten Malang. Kami juga pernah diberi bantuan puluhan unit plampung.

Disinggung, terkait adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menurutnya, meski sementara ini belum bisa maksimalkan modal awal dari ADD maupun DD, namun ke depan BUMDes tersebut diharapkan bisa kelola berbagai usaha secara profesional. Selain di bidang usaha perdagangan juga jasa, pembayaran rekening listrik, air bersih, tanpa terkecuali pariwisata. (sur/oso)

 

Trending