Connect with us

Kabupaten Malang

Pilkades Sumawe, 1 Petahana Bertahan, 6 Desa Wajah Baru

Diterbitkan

||

BERSAMA : Ahmad Sholeh bersama Keluarga. (sur)

Sang Putra Ganti Kedudukan Sang Ayah

 

Memontum Malang – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 7 titik wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang Minggu (30/6/2019) lalu berjalan sukses, aman dan terkendali. Namun, dalam Pilkades serentak di 262 desa se-Kabupaten Malang tersebut, 3 Cakades petahana wilayah setempat dinyatakan gagal.

Sementara, 5 desa wilayah setempat, untuk lima tahun ke depan bakal dipimpin para Kades wajah baru.

KADES ARGOTIRTO : Ahmad Soleh. (sur)

CAKADES ARGOTIRTO : Ahmad Soleh. (sur)

Seperti halnya Slamet Winari, salah satu Cakades terpilih Ringinsari. Kemudian ada nama Samsuji di Desa Sekarbanyu, Ahmad Sholeh untuk Desa Argotirto. Ada juga nama Arif Sujono, lima ke depan bakal jadi nomor satu di Desa Harjokuncaran.

Lepas dari itu, untuk Desa Tambakasri 5 tahun ke depan bakal dipimpin oleh Ngateno, termasuk Andiek Ismanto, Cakades terpilih 5 tahun ke depan di Desa Sidoasri.

Ditemui wartawan koran ini Selasa (9/7/2019) siang kemarin, Ahmad Sholeh Cakades terpilih Desa Argotirto menjelaskan, setelah dilantik bulan Oktober 2019 mendatang, Sholeh akan melanjutkan program Kades terdahulu, khususnya dalam bidang insfratruktur jalan.

“Untuk pembangunan insfrastruktur jalan saat ini sudah terserap sekitar 65 %. Yang jelas, kami akan melanjutkan program Kades terdahulu hingga lima tahun ke depan, ” terang alumni Universitas Malang Fakultas Hukum ini kepada Memontum.com.

Hal tak kalah penting, tambah putra H Sukadi mantan Kades Argotirto (2007-2013) ini, juga akan memaksimalkan BUMDes yang saat ini kurang berfungsi. Yang jelas, semua itu dilakukan untuk mendongkrak kesejahteraan warga di desa.

Satu lagi yang menjadi program unggulan Cakades terpilih yang kini masih tercatat sebagai Kepala Dusun Wonorejo ini,yakni mendirikan desa wisata, seperti anjuran Pemkab Malang saat ini.

“Saya sudah coba membuat wisata desa kebun cengkeh.Tetapi, karena terkendala jalan, wisata tersebut akhirnya mangkrak. Ke depan, saya akan berusaha mencari titik strategis yang kedepan wisata desa ini berjalan maksimal tanpa satu hambatan, ” tandasnya.

Disinggung mengenai produk unggulan Desa Argotirto, Sholeh menjelaskan, di desa perbatasan dengan Harjokuncaran dan Sumberagung ini, dominan tanaman cengkeh dan tebu.

“Luas tanaman cengkeh desa Argotirto hampir mencapai 700 hektar. Adapun untuk tanaman tebu desa Argotirto hampir tembus di angka 2000 hektar, ” lanjutnya.

Akhirnya, Ahmad Sholeh memaparkan sekilas sejarah Desa Argotirto. Berdiri sejak tahun 1947 silam. Sebagai Kades pertama bernama Soeprayitno, kemudian diganti Cornot alias P Siti. Berlanjut Mbah Gumer, PJS Pawiroredjo, H Kocak, PJS H Suparno, H Fudholi, H Sukadi dan H Ali Muchsin.

“Saya melanjutkan perjuangan ayah saya H Sukadi, mantan Kades Argotirto tahun 2007-2013. Saya juga berterima kasih kepada warga desa Argotirto atas dukungan dan kepercayaannya untuk mengabdi 5 tahun kedepan,” tuturnya. (sur/oso)

 

Trending