Connect with us

Kabupaten Malang

Manfaatkan Terminal Bus Dampit Dengan Senam Sehat

Diterbitkan

||

Manfaatkan Terminal Bus Dampit Dengan Senam Sehat

Memontum Malang – Demi kebugaran jasmani, Moch Rohim(61) dan Rupiati(61) memanfaatkan terminal bus Kecamatan Dampit Kabupaten Malang dengan senam sehat. Hal ini dilakukan pasangan kakek nenek ini sejak tahun 2014 silam ini dengan nama Senam Sehat Dampit (SSD.

Dijelaskan, awalnya terinspirasi karena banyaknya warga Lanjut Usia(Lansia)khususnya ditingkat Rt,itupun khusus di Kampung Baru RT02/RW07 Kelurahan Dampit, dimana pasangan suami isteri ini bertempat tinggal.

Ratusan Peserta SSD. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)

Ratusan Peserta SSD. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)

“Selanjutnya, saya koordinasi dengan Muspika dan pihak Kelurahan,untuk memanfaatkan terminal bus ini sebagai tempat senam sehat setiap hari minggu. Alhamdulilah, mereka setuju.Saat ini anggota saya sudah mencapai hampir 300 orang. Jumlah itu terdiri dari warga se kelurahan Dampit, ” ujar Abdurohim ditemui Memontum.Com seusai pimpin senam sehat Minggu (24/3/2019) kemarin.

Diakui, dalam senam yang mengedapankan zumba aerobic ini, pihaknya tidak mewajibkan para anggotanya harus bayar iuran dan sebagainya. Semua itu dilakukan secara sosial,demi kesehatan bersama.

“Kami juga sediakan panggung, sound system dan peralatan yang lain,itupun kami beli dengan cara bertahap dari uang pribadi,” ulasnya.

Di tempat yang sama, nenek Rupiati menjelaskan,senam sehat ini merupakan kegiatan olahraga jasmani yang berlangsung sekitar 1,5 jam.

“Awalnya, senam sehat ini kami gelar bersama warga dilingkungan dengan memanfaatkan bekas kantor pemerintahan yang sudah tidak terpakai. Setahun kemudian, kami membeli seragam sebanyak 60 stel dengan harga satuan Rp 125 ribu. Tetapi kepada para anggota kami seragam itu kami jual hanya Rp25 ribu saja, ” urai Rupiati.

“Jadi kelengkapan senam ini kami danai pribadi, tanpa membebankan anggota. Terpenting warga kami sehat, segar bugar serta terhindar dari segala penyakit baik luar maupun dalam, ” beber Rupiati mengakhiri wawancara bersama memontum.com. (sur/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending