Kabar Desa

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Malam Rabu Wekasan, Warga dan Santri Pawai Obor sambil Bersalawat

  • Rabu, 15 November 2017 | 08:13
  • / 25 Safar 1439
  • Dibaca : 145 kali
Malam Rabu Wekasan, Warga dan Santri Pawai Obor sambil Bersalawat
Warga bersama Santri dan santriwati saat pawai obor (pix)

Memontum Probolinggo — Unik ketika kita melihat warga melakukan pawai obor bersama santri dan santriwati, dengan keliling desanya di malam Rabu Wekasan. Ini terjadi di Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Rabu (14/11/2017) malam.

Ratusan warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo tersebut mengikuti pawai obor di sepanjang jalan desanya bersa para santri pondok.

Warga menyebut, pawai obor itu merupakan salah satu tradisi Rabu Wekasan atau Rabu malam di akhir bulan Safar. Warga dan para santri, dipawainya selalu mengucapkan salawat dan doa-doa yang disiapkan oleh pengasuh pondok untuk mengusir balak penyakit.

Rabu wekasan sendiri memiliki arti sebagai tradisi penolak balak. Rabu wekasan tersebut terjadi pada akhir bulan Safar. Dari sejarah jaman dulu, bulan Safar dan di akhir minggunya merupakan diturunkannya azab.

“Kami bertujuan Rabu Pungkasan itu adalah hubungan intelektual.Tuhan menurunkan beberapa penyakit, tujuan agar kita dijauhkan dari semua penyakit dan tolak bala,” ungkap Habib Hadi Zainal Abidin.

Acara kemudian diakhiri dengan membaca doa, yang dipimpin langsung oleh pengasuh pondok tersebut. Yang membuat unik karena meminum air yang telah didoakan. Hasilnya, warga langsung berebut air yang sudah diberi doa-doa tersebut, termasuk juga anak-anak.

Menurut Habib Hadi, tradisi Rabu pungkasan, sudah hampir tidak ada. Padahal tradisi tersebut merupakan tradisi Islam pada jaman dulu, yang sekaligus wadah siar Agama.

“Ritual Rabu Pungkasan dimana rabu terakhir di bulan Syafar, tujuan untuk menghindari penyakit dan tolak balak, dan semoga di Indonesia terhindar dari musibah,” jelasnya.

Warga berharap, dengan digelarnya tradisi Rabu pungkasan ini, warga dapat terhindarkan dari segala musibah. (pix/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional