Kabar Desa

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Pawai Ogoh-ogoh Balun, Bukti Toleransi Umat

  • Jumat, 8 Maret 2019 | 22:24
  • / 1 Rajab 1440
Pawai Ogoh-ogoh Balun, Bukti Toleransi Umat

Memontum LamonganPawai ogoh-ogoh dalam menyambut perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941, di Desa Balun, Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, Rabu (6/3/2019) sore menunjukkan kentalnya toleransi antar umat beragama dalam masyarakatnya. Bukan hanya umat Hindu, namun umat agama lain yang ada di desa yang juga dikenal sebagai Desa Pancasila tersebut, yakni umat Islam dan Kristen melebur jadi satu.

Salah satunya yakni keberadaan sekelompok wanita berhijab yang memainkan alat musik tradisional untuk mengiringi arak-arakan ogoh-ogoh. Mereka merupakan kelompok seni Karawitan Panjak Telaga Biru asli Desa Balun. Hesti Apriliawati, salah seorang anggota kelompok seni Karawitang Panjak Telaga Biru mengatakan, mereka sengaja turut berpartisipasi dalam pawai ogoh-ogoh ini sebagai bentuk toleransi antar umat beragama.

“Ini memang niat dari kami untuk membangun Desa balun, agama kami ya agama kami, agama mereka ya agama mereka, toleransi sesama umat beragama,” kata Hesti.

Hesti juga mengatakan untuk mengikuti pawai ogoh-ogoh ini, Ia bersama kelompoknya melakukan persiapan secara khusus. “Biasanya latihan hanya seminggu sekali, setiap hari jum’at, tapi untuk memeriahkan ini satu minggu terakhir lebih rutin untuk melakukan persiapan,” ujarnya.

Hesti pun berharap untuk kedepannya toleransi antar umat beragama di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan semakin kental, dan masyarakatnya semakin guyup rukun. Pada pawai ogoh-ogoh tersebut, selain masyarakat Desa Balun, juga dinikmati oleh sejumlah masyarakat luar desa yang sengaja datang untuk melihat pawai ogoh-ogoh. Dalam pawai ini, ada delapan ogoh-ogoh yang di arak keliling desa. (ifa/zen/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional