Connect with us

Kabupaten Malang

Pemdes Jenggolo Kepanjen Pugar Makam Syeh Abdurrohman, Bentuk Penghormatan Atas Perjuangan & Jasa Leluhur

Diterbitkan

||

Pemdes Jenggolo Kepanjen Pugar Makam Syeh Abdurrohman, Bentuk Penghormatan Atas Perjuangan & Jasa Leluhur

Memontum Malang – Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan jasa leluhur, Pemerintah Desa (Pemdes) Jenggolo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang melakukan pemugaran makam Syeh Abdurrohman (Pangeran Samber Nyowo) yang kini tengah berlangsung.

Kepala Desa Jenggolo, H Lisdyanto menjelaskan, Syekh Abdurrachman adalah salah satu Panglima Perang Pangeran Diponegoro yang turut menyebarkan ajaran Agama Islam di Pulau Jawa sisi tenggara.

H Lisdyanto Kades Jenggolo. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)

H Lisdyanto Kades Jenggolo. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)

“Jadi, sekitar tahun 1830 tepatnya setelah Perang Diponegoro berakhir, beliau beralih ke sini (Desa Jenggolo) untuk menyebarkan agama dan hingga akhirnya bermukim,” ujar Lisdiyanto Kamis (10/1/2019) siang tadi.

Dikatakan, sampai saat ini, warga Masih melakukan ziarah ke Makam Syekh Abdurrachman. Tepatnya di areal Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Selain itu dilakukan oleh warga setempat, juga warga luar Kabupaten Malang, bahkan luar pulau jawa.

“Tujuan dipugarnya makam ini agar peziarah yang datang lebih merasa nyaman.Karena peziarahnya tak hanya dari Malang saja Mas, banyak juga yang dari luar Malang, bahkan luar pulau Jawa, ” bebernya.

Juga dijelaskan, hingga saat ini, masyarakat meyakini, sosok Syekh Abdurrachman masih dirasakan aura dan karismanya.Itu salah satu faktor sehingga muncul kesepakatan oleh warga dengan Pemdes Jenggolo untuk memugar Makam tersebut.

“Warga meyakini, karisma beliau (Syekh Abdurracman) hingga kini masih ada. Itu yang melatarbelakangi pemugaran makam tersebut. Apalagi, itu juga atas nasehat dari tokoh agama juga masyarakat, akhirnya kami lakukan rembuk (musyawarah), hingga akhirnya muncul kesepakatan memugarnya, ” ulasnya.

Disinggung, tentang besarnya biaya pemugaran? Diperkirakan
hingga mencapai Rp 200 juta.Selain bersumber dari swadaya masyarakat juga hasil dari tanah kas desa.

“Pemugaran makam ini berjalan selama 3 bulan, Insaalah 2 bulan ke depan selesai. Seusai pemugaran nanti, kami ada rencana mengajukan areal Makam Syekh Abdurrachman ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang.Itu agar bisa dijadikan sebagai salah satu wisata religi di Kabupaten Malang, ” bebernya kembali. (sur/oso)

Advertisement
1 Komentar

1 Komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending