Connect with us

Kabupaten Malang

Bersih Desa Segaran Gedangan dan Sedekah Bumi, Dimeriahkan Wayang Kulit

Diterbitkan

||

Bersih Desa Segaran Gedangan dan Sedekah Bumi, Dimeriahkan Wayang Kulit Hanoman Bangun Janji Mahkota Manieng Suci
2 of 2Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Dari pantauan langsung Memontum.com di lokasi acara, sebelum masuki puncak acara yakni pegelaran wayang kulit, juga berlangsung shalawatan, berlanjut dengan sambutan ketua panitia pelaksana, Kades dan Camat Gedangan.

Seluruh Kepala Desa se-wilayah Kecamatan Gedangan dan jajaran Muspika juga hadir dalam acara ini. Sementara, Camat Gedangan Sugeng Hari Susanta dalam sambutannya mengajak seluruh warga desa untuk turut melestarikan seni budaya Jawa.

Tradisi bersih desa ini merupakan kegiatan warga Segaran sekigus melestarikan dan menjaga amanah dari para pendahulu desa.Semuga prosesi bersih desa dapat menjauhkan warga desa dari segala mara bahaya. Kedepan, desa Segaran semakin makmur, semakin menjalin kesatuan dan persatuan serta tidak jadi perpecahan satu sama lain”, pinta camat yang menjabat selama tiga minggu ini penuh harap.

Terpisah, Ki Dalang Sarjono Kridobuwono memaparkan,dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini mengambil ceritera Hanoman Membangun Janji Mahkota Manieng Suci.Judul ceritera yang diperankan oleh Ki Dalang asal Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo ini, Hanoman Membangun Janji Mahkota Manieng Suci.Penggalan lakon wayang kulit tersebut,mening dalam bahasa keseharian kita adalah aura.Ketinggian aura manusia itu tidak sama,disusaikan dengan karakter manusia itu sendiri.

“Wayang ini budaya jawa yang diwarnai dengan supranatural dan mengandung unsur ilmu yang dipandukan dengan antara ilmu jawa dengan ilmu agama.Ilmu agama itu diibaratkan wajan dengan tutup yang isinya dikaitkan dengan Al-qur’an dan hadist.Tetapi dipakemi oleh orang jawa.Jadi maning itu artinya aura.Kita mempunyai aura dan batin yang sama”,beber Sarjono.

Akhir ceritera ini,Hanoman selalu mengemban misi,tidak mau menyerah sebelum kalah.Juga tidak mengaku kalah sebelum perang.Dengan demikian,Hanoman tidak mau meninggalkan sesepuh jawa.Mereka tetap dalam panutan seorang sosok kyai yang dikyaikan. Kesimpulan ceritera wayang ini,siapapun yang hidup di bumi Republik tercinta ini harus patuhi hukum dan undang-undang. (Sur/yan)

2 of 2Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Trending