Kabar Desa

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Gagal Panen, Petani Dapat Ajukan Asuransi

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 23:03
  • / 4 Safar 1439
  • Dibaca : 7 kali
Gagal Panen, Petani Dapat Ajukan Asuransi
SISA: Petani sedang memanen padinya, meski hanya sisa-sisa hama.

# Dinas Tanaman Pangan Lamongan Tawarkan Program AUTP 

Lamongan, Memo X–Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) merupakan salah satu program yang dimiliki oleh  Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lamongan dalam membantu petani yang mengalami gagal panen. Bahkan, pihak dinas tengah fokus menawarkan kepada petani yang berada di kawasan endemik yang kerap mengalami bencana seperti serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan yang rentan mengalami kekeringan.

 

“Petani yang berada di kawasan endemik yang punya potensi banjir dan bencana alam lain sangat membutuhkan asuransi pertanian, karena bila tanaman gagal panen, mereka bisa mendapatkan asuransi yang menjamin mereka tetap bisa menanam kembali,” kata Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lamongan, Rudjito, Rabu (25/10/2017).

 

Diterangkan Rudjito, petani dapat mengajukan klaim jika petani mengalami gagal panen 75% dari total produksi normal. Dari program UATP itu petani akan mendapatkan uang senilai Rp 6 juta setiap  hektar yang gagal panen. “Hingga bulan September 2017, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Lamongan mencatat, total luas lahan pertanian yang mengklaim asuransi sebanyak 35-40 hektar yang tersebar diberbagai Kecamatan di Kabupaten Lamongan,” terang Rudjito.

 

Seperti diketahui, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lamongan mencatat hingga Oktober tahun ini, hektaran tanaman padi terancam gagal panen.  Selain akibat kurangnya pasokan air, juga karena  terserang wereng, tikus, kekeringan, blast (batang memutih), batang kerdil, dan kerdil hampa.

 

Secara rinci disebutkan sebanyak  37 hektar lahan yang terancam gagal panen karena kekeringan, yaitu  di Desa Wajik dan Dusun Sidomukti Kelurahan Sidoharjo Kecamatan Kota Lamongan.  Dan selebihnya, terserang hama tikus, yakni di Desa Takeranklating, Bakalanpule  dan Dukuh Agung Kecamatan Tikung. (ifa/zen)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional