Connect with us

Sidoarjo

Jembatan Apung, Penghubung Antar Kabupaten

Diterbitkan

||

Jembatan apung di Desa Tambakrejo, Krembung melintang di sungai kali porong (gus)

Memontum Sidoarjo—–  Jembatan apung penghubung dua Kabupaten antara Sidoarjo-Mojokerto berada di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Krembung,Sidoarjo dengan Desa Candiharjo,Kecamatan Ngoro,Mojokerto. Jembatan yang terbuat dari kayu mahoni dan berdiri di atas sungai Brantas dengan bantuan sebanyak 180 drum dengan menelan biaya sebesar Rp 250 juta itu sebenarnya untuk jalan alternatif masyarakat yang hendak menuju kawasan Mojokerto ke Sidoarjo maupun sebaliknya.

“Jembatan ini baru dibuka sejak 12 hari lalu dan baru buka 4 hari. Jalur alternatif ini kami buka 24 jam non stop,” ucap Wasjid (45) warga setempat, pengelola jembatan asal Jawa Tengah, Rabu (30/5/2018) siang.

Saat melintas di jalur alternatif sepanjang 170 meter yang terbuat dari kayu dan satu-satunya di Kabupaten Sidoarjo ini pengguna dikenakan biaya 4000 rupiah (pulang pergi). “Kami tarik dengan biaya seiklasnya bagi masyarakat yang tidak mampu,” tuturnya. Dikatakan Wasjid, jembatan apung tersebut sempat putus saat arus sungai deras ketika musim penghujan. Namun, kejadian itu dijadikan pengalaman baginya bahwa jembatan itu dibuat sistem bongkar pasang. “Dulu sempat putus. Beruntung tidak ada korban jiwa. Makanya kami buat bongkar pasang,” ucapnya.

Dengan adanya jembatan apung yang dikelola perorangan tersebut, warga sekitar sangat terbantu. Karena, ketika hendak berangkat kerja ke Mojokerto maupun sebaliknya, warga tidak lagi memutar lewat porong.

“Dulunya disini memakai perahu untuk menyeberang. Tapi sekarang didirikan jembatan ini dan kami sebagai masyarakat sangat terbantu. Jadi sekarang kalau ingin kerja maupun ke tegal, tidak usah lagi lewat jembatan Porong maupun jembatan di sisi barat krembung,” ucap Satomar (54) warga sekitar.

Sementara itu, bagi anak-anak muda tempat tersebut dijadikan sebagai Instagrameble atau sebagai ajang selfi. Karena, viewnya yang sangat bagus dengan adanya gunung penanggungan, endapan tanah serta pepohonan yang rindang. ”Baru pertama kali sih kesini. Karena waktu saya lihat di beberapa media sosial sepertinya bagus untuk dikunjungi dan ternyata benar. Selebihnya untuk ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa saja,” pungkas Yeni  (16) salah satu pengunjung.(gus/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trending